Senin, 02 Desember 2019

Sepucuk Surat Untuk Kawan


Teruntuk Ima, Upi, dan Mba Mur...

Apa kabar kalian?
Semoga selalu sehat :)

Malam ini mesin waktu membawa ingatan kembali ke masa-masa dulu ketika masih seruseruan bareng.

Tidak terasa sudah 5 tahun berpisah. Mba Mur di Cilacap, Upi di Karawang dan sekarang Ima di Bekasi. Terpisah jauh. Alhasil kita hanya berkomunikasi melalui sosial media dan whatssapp yang makin kesini makin berkurang saja intensitasnya. Yah, ini memang tidak bisa dihindari dan harus dimaklumi. Ada kehidupan masing-masing yang harus diprioritaskan, diurus, dirawat, dan dijaga.

Padahal dilihat dari status yang masih "sendiri", saya sebenarnya yang paling punya banyak peluang untuk mengunjungi kalian. Tetapi jika melihat isi dompet urung niat ini untuk melancong. Andai saya bisa teleportasi :'D

Kembali ke tahun-tahun dulu, betapa seringnya saya dibantu alias menyusahkan kalian bertiga. Sering dibantu ini itu sama Mba Mur. Saya yang tidak bisa bawa motor, sudah pasti jadi langganan Upi dan Ima bonceng. Sampai tulisan ini dibuat saya masih belum lancar bawa motor. Hahaha.... Sebuah prestasi.

Kata Ima gimana nanti kalau istrinya malem-malem mau lahiran. Ngomongin istri, sampai sekarang saya masih sendiri, Ma. Hahaha pengen nangis.

Banyak momen-momen seru yang saya rasakan bersama kalian. Gak tahu deh menurut kalian. Mungkin momen-momen ngeselin yang kalian rasakan. :P

Yaudah gitu aja, gak tahu mau nulis apa. Sebenarnya inti dari tulisan ga berfaedah ini adalah saya mau bilang kangen. Tapi jadi mbulet gini.

Sukses buat Ima yang lagi rajin belajar masak dan nyenengin suami. Selamat berbahagia buat Mba Mur  dengan krucil-krucilnya yang lucu-lucu. Selamat begadang untuk Upi yang akhirnya menjadi mamah muda.

Semoga suatu saat kita masih ada kesempatan untuk bertemu muka.

Dari orang yang sering nyusahin kalian :D


Cirebon | 02 Desember 2019

Jumat, 14 Juni 2019

Memulai Kembali


Setelah sekian lama tidak menulis di blog ini akhirnya saya memutuskan untuk kembali dengan pertimbangan sayang sudah mengeluarkan uang untuk menyewa domain, hehehe....

Padahal tujuan awal membeli domain adalah sebagai pecut untuk lebih semangat menulis. Nyatanya malah sama saja. Sifat yang sungguh tidak patut untuk dicontoh.

Menilik dan membaca lagi tulisan-tulisan terdahulu, rasanya malu sendiri. Jadi saya memutuskan untuk menarik semua tulisan terdahulu. Lagipula sudah tidak relevan lagi makanya nulis yang timeless .

Jadi , sekarang apa yang harus saya tuliskan disini? :)